Paku dan Luka

Oct
2011
23

posted by on Article, Reflection

No comments

pakukemoning-info

Di suatu tempat hidup seorang anak dan ayahnya, sang anak yang beranjak remaja gampang terpancing emosinya, sang anak mudah marah dan mengamuk. Pada suatu hari sang ayah memberikan 1 tantangan kepada sang anak, setiap harinya jika sang anak marah, sang anak harus memukulkan palu ke paku yang di tancapkan pada kayu…, Sang anak boleh berhenti melakukan pekerjaan tersebut jika sang anak sudah tidak merasa mudah marah.

Hasilnya setiap sang anak merasa marah dia langsung memukulkan palu ke paku, begitu seterusnya sampai sang anak tidak jadi marah, jadi hanya memukulkan palu ke paku, dan sampai pada satu hari, sang anak merasa dia sekarang sudah tidak pernah marah. Dia pun melaporkan ke sang ayah, bukannya memberikan selamat kepada sang anak, sang ayah meminta sang anak untuk mencabut kembali paku paku yang sudah di tancapkan beberapa hari yang lalu.

Walau masih bingung dengan permintaan sang ayah, tapi sang anak tetap menurut saja dia melepaskan satu per satu paku yang menancap pada kayu, pekerjaan pun selesai, sang anak melapor kembali. Sang ayah hanya berkata “Nak, tahukah engkau, engkau telah menancapkan paku paku kepada kayu, dan engkaupun sudah melepaskan kembali paku paku dari kayu, tapi lihatnya, bekas tancapannya akan tetap ada, dan bekasnya tidak akan hilang sampai kapanmpun, begitu pula jika engkau selalu marah membuat orang lain sakit hati dengan perkataan dan perlakuanmu, walau kamu sudah meminta seribu maaf, namun tetap saja luka itu akan membekas di hati orang yang tersakiti” , sang anak terdiam

Tags: , , ,

Leave a Reply